10 Ayat Alkitab tentang Nazar

Pernahkah Anda bernazar tentang suatu hal? Dalam alkitab sendiri ada contoh beberapa hamba Allah yang bernazar. Seperti Yefta yang menyerahkan putrinya kepada TUHAN untuk memenuhi nazar. Contoh lainnya adalah Hana yang akhirnya memiliki anak dan memberikan putranya tersebut kepada Tuhan sebagai nazarnya. Inilah beberapa peristiwa yang dicatat ayat alkitab tentang nazar.

Nazar sendiri menurut pengertiannya adalah sebuah janji yang dibuat oleh seseorang untuk melakukan sesuatu apabila tujuannya sudah tercapai. Di dalam kristen umumnya diartikan sebagai suatu janji yang dibuat kepada Allah untuk melakukan sesuatu, apabila yang ia harapkan sudah terkabul. Lalu, apakah kita bisa bernazar? Bagaimana pandangan alkitab tentang hal ini?

Sebelum membuat janji, sebaiknya seseorang mencari tahu terlebih dahulu. Sebuah janji atau nazar bisa berlaku sangat serius apabila tidak ditepati. Untuk mengetahui secara jelasnya, cobalah renungkan beberapa ayat alkitab sebagai berikut :

Ayat Alkitab tentang Nazar

1. Matius 5:37

Ayat 37 : “Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat. Namun, hendaklah perkataanmu, ya jika ya, tidak jika tidak, karena yang selebihnya dari itu berasal dari si jahat.

Dalam buku Matius, Yesus memperlihatkan pentingnya memegang janji. Baik janji itu dilakukan kepada orang lain atau sesama. Hal ini ditandaskan pada kata kata jika “Ya” hendaklah itu berarti ya, sebaliknya jika “Tidak” hendaknya itu berarti tidak. Jika kita tidak menepati janji yang kita buat kita disebut berasal dari si jahat.

2. Ibrani 10:24,25

Ayat 24 dan 25 : “Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.”

TUHAN mengingikan semua hambaNya saling memperhatikan dan mendorong dalam kasih serta pekerjaan baik. Mengingat hal ini, kita perlu ingat bahwa sebuah janji yang kita buat hendaknya berdasarkan akan kasih. Dengan kasih kepada sesama, kita tidak akan mengingkari janji yang bisa menyakiti orang lain.

3. Yesaya 55:11

Ayat 11 : “demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.”

Allah adalah teladan terbesar dalam menunjukkan kesetiaan dan tidak pernah ingkar janji. Apa yang Allah katakan atau kehendaki semuanya akan terlaksana tepat pada waktunya. Hal ini ditandaskan pada frase yang menyebutkan “FirmanKu yang keluar dari mulutKu… akan melaksanakan apa yang Kuhendaki.” Banyak contoh contoh dalam alkitab yang ikut meneguhkan hal ini. Jadi kita bisa yakin perwujudan janji Allah atas manusia pun akan terwujud.

4. Titus 1:2

Ayat 2 : “dan berdasarkan pengharapan akan hidup yang kekal yang sebelum permulaan zaman sudah dijanjikan oleh Allah yang tidak berdusta

Allah tidak pernah berdusta, meskipun maksud tujuannya bagi bumi belum terwujud karena dosa dan kesalahan Adam dan Hawa yang memilih untuk memberontak, Ia akan tetap melaksanakan janjiNya yang semula yakni harapan hidup kekal berdasarkan kasihNya yang begitu besar kepada manusia.

5. 2 Korintus 1:18

Ayat 18 : “Demi Allah yang setia, janji kami kepada kamu bukanlah serentak "ya" dan "tidak".”

Karena Allah setia dan tidak pernah mengingkari janjiNya, kita sebagai umatNya juga memiliki kewajiban untuk memegang setiap janji yang kita buat. Oleh sebab itu, janji bukanlah suatu hal yang bisa dianggap remeh sebab ya atau tidak yang kita katakan harus sejalan dengan perbuatan kita. Apalagi kalau kita berjanji untuk Allah.

6. 2 Korintus 1:19

Ayat 19 : “Karena Yesus Kristus, Anak Allah, yang telah kami beritakan di tengah-tengah kamu, yaitu olehku dan oleh Silwanus dan Timotius, bukanlah "ya" dan "tidak", tetapi sebaliknya di dalam Dia hanya ada "ya".

Semua kehendak Allah akan terwujud. Melalui Yesus Kristus kita semua telah dibukakan jalan menuju harapan dan janji dimasa depan. Kita semua hendaknya memegang janji tersebut dan percaya bahwa Ya untuk semua janji Allah yang menakjubkan akan tergenapi.

7. Mazmur 15:4

Ayat 4 : “yang memandang hina orang yang tersingkir, tetapi memuliakan orang yang takut akan TUHAN; yang berpegang pada sumpah, walaupun rugi;”

Allah memelihara orang orang yang takut akan Dia dan berpegang pada janji yang Dia buat. Meskipun pada dasarnya untuk memegang harapan itu tidak mudah, karena ada setan si iblis yang berupaya agar kita kehilangan harapan itu. Tapi kita bisa berhasil dengan terus berpegang pada janji Allah, kita bisa yakin bahwa Allah akan segera melaksanakan kehendaknya.

8. Yakobus 5:12

Ayat 12 : “Tetapi yang terutama, saudara-saudara, janganlah kamu bersumpah demi sorga maupun demi bumi atau demi sesuatu yang lain. Jika ya, hendaklah kamu katakan ya, jika tidak hendaklah kamu katakan tidak, supaya kamu jangan kena hukuman.

Sekarang ini ada banyak orang yang berlaku hanya mengumbar janji, tanpa berniat untuk menepati janjinya. Bahkan ada yang menyertai janji dengan sumpah. Ayat alkitab memperingatkan kita hendaknya tidak bersumpah demi apapun, tapi bertekadlah untuk menepati janji yang telah diucapkan.

9. Mazmur 31:5

Ayat 5 : “Ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku, Engkau membebaskan aku, ya TUHAN, Allah yang setia.

Kita bisa jadi sulit percaya dengan apa yang orang katakan, apalagi kalau orang itu sebelumnya pernah mengingkari janjinya. Tapi, Allah berbeda. Dia Pribadi Terbesar di alam semesta siap untuk menepati janjiNya untuk kita. Dia akan membebaskan kita dari dunia yang tidak saleh sekarang, karena kita tahu Allah sungguh setia. Kita pasti bahagia bukan mempunyai Allah yang demikian?

10. 2 Korintus 1:20

Ayat 20 : “Sebab Kristus adalah "ya" bagi semua janji Allah. Itulah sebabnya oleh Dia kita mengatakan "Amin " untuk memuliakan Allah.”

Kristus Yesus adalah penggenapan akan semua janji Allah. Oleh karena pengorbanannya yang begitu besar berupa tebusan untuk manusia, Ia membuka jalan akan harapan kehidupan abadi. Oleh sebab itu Amin yang juga berarti “Menyetujui”, “Menyukai”, dan “Sepakat” kita percaya bahwa kemuliaan Allah akan memenuhi seluruh kehidupan kita.

Baca Juga :

Inilah uraian selengkapnya mencangkup informasi berdasarkan Firman Tuhan tentang Nazar. Dapatkah Anda menjawab pertanyaan seperti apa itu nazar?Apakah wajib dan sah? Apakah bisa membatalkan nazar kristen? Apa syaratnya? Bagaimana cara melakukannya termasuk berdoa dan puasa?

Jika Anda sudah memahami materi pendalaman alkitab tentang nazar dengan bantuan beberapa referensi ayat alkitab diatas, Anda tidak akan sulit menjawabnya. Semoga informasi ini bisa memberikan jawaban yang praktis untuk Anda.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel