10 Ayat Alkitab tentang Kesetiaan dengan Tuhan dan Pasangan

Hubungan suami istri yang berhasil adalah mereka yang menyertakan TUHAN dalam pernikahan mereka. Kesetiaan bisa timbul kalau satu sama lain bisa saling percaya dan mengandalkan. Banyak ayat alkitab menyinggung tentang kesetiaan kepada Tuhan dan pasangan. Jika seseorang tidak setia pada salah satunya, maka semuanya bisa dianggap sia sia.

Mengupayakan kesetiaan terkadang memang tidak mudah. Karena kita tinggal dilingkungan yang tidak setia, cara berfikir dan tingkah laku kita seringkali dipengaruhi. Semakin hari, kebanyakan orang lebih mengutamakan kesenangan mereka sendiri dibandingkan suami atau istrinya bahkan yang terutama kepada TUHAN. Bagaimana menurut Anda?

Kesenangan dunia hanya sementara. Untuk mendapatkan kebahagiaan dan berkat abadi di masa depan seseorang harus setia sampai akhir. Kesetiaan tersebut pertama tama, ditunjukkan di dalam kehidupan pernikahan. Meskipun adanya kondisi yang tidak memungkinkan seperti pasangan ldr atau jarak jauh, cinta pada pasangan perlu diupayakan. Seperti yang ditandaskan pada Firman TUHAN berikut ini :

Ayat Alkitab tentang Kesetiaan dengan Tuhan dan Pasangan

1. Galatia 6:4,5

Ayat 4 dan 5 : “Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain. Sebab tiap-tiap orang akan memikul tanggungannya sendiri.

Pada akhirnya kita semua masing masing menanggung tanggungan rohaninya sendiri. Perhatikan akibatnya apabila kita tidak berupaya setia kepada TUHAN maupun pasangan. Dengan bertindak tidak setia pada pasangan, ini sama saja melakukan hal yang tidak TUHAN kehendaki. Kita akan mempertanggungjawabkan hal itu di hadapan TUHAN kelak.

2. Matius 10:37

Ayat 37 : “Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.

Dalam kehidupan ini, siapa yang paling Anda prioritaskan? Allah adalah segala segalanya, sebab karena Dia kita ada. Meskipun orang tua, kerabat, saudara atau bahkan pasangan kekasih tidak bertindak setia kepada Allah. Kita akan tetap setia agar pada akhirnya kita bisa setia sampai akhir.

3. Mazmur 97:10

Ayat 10 : “Hai orang-orang yang mengasihi TUHAN, bencilah kejahatan! Dia, yang memelihara nyawa orang-orang yang dikasihi-Nya, akan melepaskan mereka dari tangan orang-orang fasik.

Bagaimana caranya kita bisa setia kepada TUHAN? Tentu saja dengan menjalankannya semua perintahNya. Hal ini mencangkup membenci hal hal yang TUHAN benci juga. Dengan demikian, jika kita selalu dipihak Allah, maka Ia akan memelihara dan melindungi kita dari tangan orang orang jahat.

4. Mazmur 18:25

Ayat 25 : “Terhadap orang yang setia Engkau berlaku setia, terhadap orang yang tidak bercela Engkau berlaku tidak bercela,

Sang pemazmur menyatakan rasa syukurnya karena Allah kita adalah Allah yang setia. Dalam ayat ini kita diberitahu bahwa Allah akan bertindak setia kepada semua orang yang setia kepadaNya dan bahwa Ia tidak akan berlaku tidak cela kepada orang yang berusaha tidak bercela di hadapaNya juga.

5. Amsal 6:34,35

Ayat 34 dan 35 : “Karena cemburu adalah geram seorang laki-laki, ia tidak kenal belas kasihan pada hari pembalasan dendam; ia tidak akan mau menerima tebusan suatupun, dan ia akan tetap bersikeras, betapa banyakpun pemberianmu.”

Banyak orang menganggap ayat dibuku Amsal ini sudah tidak berlaku lagi, tapi anggapan ini salah. Sejak zaman alkitab sampai dengan sekarang, ayat ini sifatnya akurat karena kata katanya adalah kebenaran. Dari sini kita bisa merasakan bahwa kita bisa merasakan sakit hati apabila ada orang yang tidak setia kepada kita. Dengan membayangkan perasaan itu, kita tidak ingin menyakiti perasaan orang lain bukan?

6. Mazmur 34:8

Ayat 8 : “Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!

Coba perhatikan kehidupan Anda dan segala berkat yang sudah Anda terima selama ini. Itu semua adalah pemberian dari Allah. Kita perlu menyadari bahwa betapa baiknya Allah kita. Jika kita bertindak terus setia, kita bisa yakin bahwa sekarang dan seterusnya kita bisa bahagia oleh karena lindunganNya.

7. Kolose 3:14

Ayat 14 : “Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan. Di atas semua itu, kenakanlah kasih, yang menjadi pengikat yang sempurna. Tetapi yang terutama daripada sekaliannya itu kasih, yang menjadi pengikat kesempurnaan.”

Untuk membuat rumah seseorang harus membuat pondasi yang kokoh terlebih dahulu. Demikian pula untuk setia diperlukan sifat saling mengasihi satu sama lain. Kasih adalah ikatan pemersatu yang sempurna. Meskipun kita semua adalah tidak sempurna, tapi dengan bantuan Allah kita bisa terus setia dengan kasih.

8. Ibrani 13:4

Ayat 4 : “Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah.

Dalam khotbah pernikahan, Anda akan mendengar ayat ini sebagai salah satu ayat yang menunjukkan kehendak TUHAN dalam setiap pernikahan. TUHAN sangat membenci perzinaan. Berlaku tidak setia kepada pasangan juga disebut sebagai Zina dan TUHAN tidak menyukai itu. Sebab orang orang seperti itu adalah orang yang sudah tercemar.

9. Matius 19:5

Ayat 5 : “Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."

Alkitab menyatakan bahwa ketika dua orang memutuskan untuk menikah, maka mereka akan meninggalkan orang tua mereka dan hidup bersama. Demikianlah mereka sudah menjadi satu oleh karena TUHAN sudah menyatukan mereka. Apa yang sudah Allah persatukan, tidak boleh dipisahkan oleh manusia. Kesetiaan kepada pasangan adalah hal yang sangat penting bagi Allah.

10. Ayub 31:1

Ayat 1: “Aku telah menetapkan syarat bagi mataku, masakan aku memperhatikan anak dara

Kita bisa meniru teladan Ayub yang bertekad untuk tidak akan melihat seorang gadis dengan nafsu terhadapnya. Mata kita perlu dijaga agar terus bisa memandang secara sederhana. Seringkali apa yang kita lihat bisa mempengaruhi pikiran dan emosi, jadi menjaga mata dari hal hal yang tidak patut adalah salah satu cara untuk bisa setia kepada TUHAN dan juga pasangan.

Baca Juga :

Inilah uraian selengkapnya seputar apa kata alkitab terkait kesetiaan kepada TUHAN dan pasangan. Tidak soal situasi sulit apa yang Anda hadapi yang bisa mengikis kesetiaan Anda untuk tetap berpaut, mintalah bantuan dari TUHAN. Setiap perbuatan baik yang saudara upayakan, TUHAN akan membuat Anda lebih kuatuntuk setia.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel