-->

Seisi Padang Belantara | Lirik Lagu Rohani

Lirik Lagu Rohani "Seisi Padang Belantara". Diambil dari Kidung Jemaat No. 74 | Syair: De dorre vlakte der woestijnen, Jan Jacob Lodewijk ten Kate (1819 – 1889), Terjemahan: H. A. Pandopo, 1983, berdasarkan Yesaya 35, Lagu: Henri Abraham Cesar Malan (1787 – 1864) do = f 2 dan 3 ketuk, lagu ini terdapat dalam Album Musik Rohani yang diterbikan oleh YAYASAN MUSIK GEREJA DI INDONESIA (YAMUGER). Lagu tersebut dapat dilihat serta dipelajari di YouTube dengan cara mengetik judul lagunya pada smartphone atau PC Anda jika ada.

Berikut ini cara membawakan lagu "Seisi Padang Belantara" bisa dengan tempo Andante (kecepatan berjalan) yang dapat dimainkan pada MM (metronome maelzel) = 90 BPM (beats perminute) / ketuk permenit, atau diantara MM = 76-108 BPM . Tempo tersebut dapat diukur dengan cara mendownload aplikasi metronome pada smartphone yang ada.

Lirik Lagu Rohani "Seisi Padang Belantara"

SEISI PADANG BELANTARA AKAN BERSORAK TAK HENTI
DAN GURUN PASIR PUN KENTARA BAGAIKAN MAWAR BERSERI!
PADANYA AKAN DIBERIKAN SEMARAK YANG TAK BAKAL HILANG:
BAGINYA NAMPAK TERGELAR SERBA KEMULIAAN TUHAN,
YANG IA SAMBUT DAN AGUNGKAN DENGAN GEMPITA YANG BESAR!

KUATKAN TANGAN TAK BERDAYA, TEGUHKAN KAKI YANG LESU;
ORANG CEMAS YANG PUTUS ASA, KINI TABAHKAN HATIMU!
TENGADAHLAH: ALLAHMU DATANG; UMATNYA IA SELAMATKAN!
SELAKU HAKIM YANG KUDUS IA MEMBALAS KEKERASAN,
MEMBELA KORBAN PENINDASAN, MENJAMIN DAMAIMU TERUS!

CELIKLAH MATA ORANG BUTA MELIHAT KARYA YANG AJAIB,
TELINGA TULI PUN TERBUKA UNTUK MENYAMBUT KABAR BAIK;
YANG LUMPUH BANGUN DAN MENARI, YANG BISU BERSYUKUR MENYANYI,
KAR'NA DI TANAH YANG GERSANG MENGALIR SUNGAI AIR HIDUP
MEMBUAT PADANG GURUN ITU PENUH TANAMAN DAN KEMBANG!

NANTI TERBUKA JALAN RAYA; UMAT KUDUS PELINTASNYA,
BEBAS ANCAMAN DAN BAHAYA, MENUJU SION MULIA.
SEMUA DIBEBASKAN TUHAN, BERSORAK-SORAI AKAN PULANG
KE NEGERI PUSAKANYA. HABISLAH DUKA DAN DERITA;
LIMPAHLAH SUMBER SUKACITA SAMPAI SELAMA-LAMANYA!

Lagu ini dapat dinyanyikan dari awal (verse) pada lirik "Seisi padang belantara akan bersorak tak henti" lalu masuk interlude. Kemudian ke verse2 pada lirik "Kuatkan tangan tak berdaya, teguhkan kaki yang lesu" dan interlude lagi, selanjutnya ke verse3 pada lirik "Celiklah mata orang buta melihat karya yang ajaib," dan modulasi, lalu verse4 pada lirik "Nanti terbuka jalan raya; umat kudus pelintasnya," dan ending lagu. Lihat juga : BejanaMu.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel