-->

Sekawanan Yang Esa | Lirik Lagu Rohani

Lirik Lagu Rohani "Sekawanan Yang Esa". Diambil dari Kidung Jemaat No. 272 | dimana Syair : Eine Herde und ein Hirt, Friedrich Adolf Krummacher 1821. Terjemahan Yamuger 1982 Lagu : Johann Ulich 1674 Aransemen : H.A. Pandopo 1984. Terdaftar dalam Album Musik Rohani yang diterbikan oleh YAYASAN MUSIK GEREJA DI INDONESIA (YAMUGER), lagu tersebut dapat dilihat serta dipelajari di YouTube dengan cara mengetik judul lagunya pada smartphone atau PC Anda jika ada.

Berikut ini cara membawakan lagu "Sekawanan Yang Esa" bisa dengan tempo Andante (kecepatan berjalan) yang dapat dimainkan pada MM (metronome maelzel) = 88 BPM (beats perminute) / ketuk permenit, atau diantara MM = 76-108 BPM . Tempo tersebut dapat diukur juga dengan cara mendownload aplikasi metronome pada smartphone yang Anda miliki.

Lirik Lagu Rohani "Sekawanan Yang Esa"

SEKAWANAN YANG ESA DAN GEMBALA SATU JUA,
BUMI PUN SEJAHTERA, BILA TIBA HARI TUHAN.
BANGKIT DALAM FAJARNYA: YESUS DATANG SEGERA!

HAI PENGAWAL, TENGOKLAH: MASIH JAUHKAH SIANG HARI?
HARI TUHAN MEREKAH; NANTI TIADA MALAM LAGI!
BANGSA-BANGSA, YAKINLAH: YESUS DATANG SEGERA!

TUHAN, HALAULAH GELAP, GEMBALAKAN KAWANANMU,
BANYAK DOMBA TERSESAT DARI DIKAU DAN UMATMU.
UMAT TUHAN, TABAHLAH: YESUS DATANG SEGERA!

KABUT HILANG MELENYAP OLEH FAJAR HARI TUHAN.
AKAN SUMBER ALHAYAT ORANG HARUS MERINDUKAN.
PAGI MAKIN MENCERAH: YESUS DATANG SEGERA!

Menyanyikan lagu "Sekawanan Yang Esa" bisa dimulai dari verse1 pada lirik lagu "Sekawanan yang esa dan Gembala satu jua," lalu interlude. Selanjutnya ke verse2 pada lirik "Hai pengawal, tengoklah: masih jauhkah siang hari?" lalu interlude lagi, kemudian ke verse3 pada lirik "Tuhan, halaulah gelap, gembalakan kawananMu," lalu modulasi dan ke verse4 pada lirik "Kabut hilang melenyap oleh fajar Hari Tuhan" lalu ending lagu. Lihat juga : Ya Roh Kudus Berkurnia.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel