10 Ayat Alkitab tentang Kematian (Orang Meninggal Dunia)

Dukacita tidak bisa lepas dari kehidupan manusia. Apalagi ditinggal orang yang kita sayangi memang bisa begitu terasa menyakitkan. Pada saat itu, penghiburanlah yang paling diperlukan. Dimana kita bisa mendapatkannya? Kata penghiburan paling ampuh adalah ayat ayat emas dalam alkitab. Kita bisa yakin melalui ayat alkitab tentang kematian seseorang bisa dikuatkan kembali.

Pada saat mengalami dukacita yang mendalam hal yang biasa kita lakukan adalah terpuruk, menangis dan sedih. Namun, hendaknya yang perlu kita ingat adalah jangan sampai kita terus menerus terpuruk dalam kesedihan. Melalui alkitab, kita diberitahu bahwa TUHAN ada bersama mereka yang hatinya remuk.

Kata kata Alkitab membuktikan hal ini. Ingin tahu ayat alkitab mana saja yang bisa menjadi sumber penghiburan bagi orang yang sedang berduka atau ditinggal orang yang disayangi yang meninggal? Entah kita kehilangan seorang anak, orang tua, kakak, adik, kerabat, sahabat atau teman, kita harus ingat kata kata terilham dari Alkitab berikut ini.

Ayat Alkitab tentang Kematian

1. 2 Korintus 1:3-4

Ayat 3-4 : “Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan, yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah.”

Bapa kita yang di Sorga adalah Allah yang berbelas kasihan. Ia bisa menjadi sumber penghiburan bagi kita yang merasakan sengatan penderitaan termasuk dukacita karena ditinggal orang yang kita sayangi. Melalui alkitab kita bisa yakin ada banyak penghiburan yang kita butuhkan disana. Berdoa dan merenungkan ayat alkitab dapat membuat kita damai dan tentram saat mengalami kesulitan.

2. 2 Korintus 5:15

Ayat 15 : “Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka.”

Ayat ini berbicara tentang kematian Kristus sebagai pengorbanan terbesar untuk kita sebagai manusia. Melalui kematiannya inilah kita bisa memperoleh harapan untuk hidup namun bukan bagi diri sendiri melainkan bagi TUHAN. Kita sangat bersyukur atas karunia tebusan yang diberikan, apapun caranya kita mau menunjukkan bahwa melalui kematian Yesus, kita mau terus taat kepada-Nya.

3. Pengkhotbah 3:2

Ayat 2 : “Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam.”

Roda dunia terus berputar, begitupula kehidupan seseorang ada waktunya ketika ia dilahirkan dan ada saatnya ia akan meninggalkan. Kata –kata terilham dalam alkitab ini membuat kita yakin bahwa alkitab sangat akurat dalam hal kehidupan. Untuk bisa memiliki pengharapan akan hidup adalah hanya di dalam Dia yang menciptakan kehidupan.

4. Pengkhotbah 7:1

Ayat 1 : “Nama yang harum lebih baik dari pada minyak yang mahal, dan hari kematian lebih baik dari pada hari kelahiran.”

Ketika tiba saatnya kita sudah tiada, apa yang kita tinggalkan? Bukankah yang tersisa hanya bagaimana kita diingat seseorang yang masih hidup. Ayat dalam pengkhotbah ini memberitahu bahwa nama baik lebih baik daripada harta materi sekalipun. Allah sangat menginginkan kita memiliki nama baik yang tentu saja akan di ingat oleh-Nya sebagai pencipta yang agung.

5. Roma 8:31

Ayat 31 : “Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?

Allah kita lebih besar daripada apapun di dunia ini termasuk kematian. Jika Allah dipihak kita, siapa yang bisa melawan kita? Bahkan maut sekalipun tidak akan bisa memisahkan kita dari kasih setia-Nya. Betapa bersyukurnya kita memiliki Allah yang berbelas kasihan sehingga kita tidak perlu takut atau gentar.

6. Wahyu 14:13

Ayat 13 : “Dan aku mendengar suara dari sorga berkata, tuliskan: ‘Berbahagialah orang-orang mati yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini. Sungguh kata Roh, supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka.”

Tidak ada yang lebih berarti apabila semasa kita hidup adalah hidup dalam TUHAN. Dan pada saat kita mati pun dalam TUHAN. Karena dengan demikian kita bisa yakin sepenuhnya bahwa TUHAN akan menyertai kita, Ia membiarkan kita beristirahat di dalam dekapannya dan pada waktunya kita bisa memperoleh berkat berupa kehidupan abadi.

7. Yakobus 2:26

Ayat 26 : “Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.”

Ayat emas alkitab di Yakobus bukan berbicara tentang kematian harfiah tapi situasi bagaimana iman kita yang mati. Secara tidak langsung ayat ini memberitahu bahwa percuma saja kita memiliki iman tapi hal tersebut tidak sesuai dengan perbuatan kita sehari –hari. Dengan kata lain iman dan perbuatan harus sejalan.

8. Mazmur 119:50

Ayat 50 : “Inilah penghiburanku dalam sengsaraku, bahwa janji-Mu menghidupkan aku.”

Meskipun jiwa kita mati dalam kematian, satu hal yang perlu kita ketahui dikatakan oleh sang pemazmur. Allah kita akan menghidupkan kita kembali dalam pengharapan kepada-Nya. Maka, semasa kita hidup, kita bisa ingat janji –janji TUHAN, sehingga sampai pada akhirnya kita bisa terus memegang erat janji tersebut.

9. Mazmur 116:50

Ayat 50 : “Berharga di mata Tuhan kematian semua orang yang dikasihi-Nya.”

Sebelum kita mengasihi Allah, Allah lah yang pertama –tama mengasihi kita masing –masing. Jadi kita bisa yakin melalui kata –kata di Mazmur 116:50 Allah akan mengasihi dan mengingat kita bahkan kematian hambanya yang setia menjadi suatu hal yang berharga bagi-Nya.

10. Matius 5:4

Ayat 4 : “Berbahagialah mereka yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.”

Meskipun kita dalam keadaan berdukacita, melalui ayat ini kita bisa yakin bahwa kita bisa dihibur dengan kata yang menyejukkan hati dari Alkitab.

Baca Juga :

Inilah kumpulan ayat alkitab yang membahas tentang kematian. Kematian bukanlah akhir dari segalanya. Sebagai orang kristen yang percaya kita sepenuhnya yakin akan janji Kristus. Kita hanya perlu bersandar dan menyerahkan seluruh kehidupan kita kepada-Nya. Meskipun banyak orang takut akan kematian tapi yang terutama kita lebih takut kepada Tuhan.

Dan bahwa Ia tidak akan pernah meninggalkan hambanya yang setia meskipun dalam kematian. Dalam ayat ayat tadi kita belajar bahwa Ia mengingat kita bahkan jauh dari yang kita bayangkan. Semoga ayat ayat favorit ini bisa menjadi bahan renungan kita secara pribadi maupun kelompok dalam persatuan sidang. Semoga bermanfaat!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel