10 Ayat Alkitab tentang Usaha dan Kerja Keras

Usaha dan kerja keras pasti akan membuahkan hasil yang baik. Biasanya kata usaha dan kerja keras ini, erat kaitannya dengan pekerjaan dan pembelajaran. Disini mereka akan berusaha sekuat tenaga supaya hasilnya tidak akan sia sia. Lantas, apa pandangan Allah terhadap kegigihan Anda tersebut? Dalam ayat alkitab sendiri banyak disebutkan tentang usaha dan kerja keras yang diperkenan oleh Allah.

Khususnya ketika kita memiliki impian yang ingin diraih, pastinya kita akan melakukan berbagai upaya untuk berhasil. Namun, apakah bisa kita mencapai suatu keberhasilan dengan kekuatan kita sendiri? Ketahuilah bahwa segala kebaikan yang kita miliki asalnya dari TUHAN. Ia memberi kita berupa talenta dan kemampuan untuk mewujudkan apa yang kita mau.

Untuk mengetahui secara lebih jelas tentang hal itu, mari kita langsung periksa ayat ayat alkitab tersebut. Dengan demikian kita bisa merenungkan secara jelas seputar usaha dan kerja keras yang kita lakukan. Apa yang lebih membuat kita puas dalam upaya tersebut? Yuk kita simak pembahasan lebih lanjut.

Ayat Alkitab tentang Usaha dan Kerja Keras

1. Pengkhotbah 3:13

Ayat 13 : “Dan bahwa setiap orang dapat makan, minum dan menikmati kesenangan dalam segala jerih payahnya, itu juga adalah pemberian Allah.”

Semua hasil upaya dan kerja keras yang kita lakukan untuk bisa memenuhi kebutuhan hidup, tidak lepas dari sang pencipta kita. Ia memastikan orang orang khususnya umatnya dapat menikmati segala jerih payahnya dengan baik. Karena hal hal tersebut termasuk dalam pemberian Allah. Maka, selain bekerja keras, mari mengucap syukur.

2. Amsal 14:23

Ayat 23 : “Dalam tiap jerih payah ada keuntungan, tetapi kata-kata belaka mendatangkan kekurangan saja.”

Setiap kata kata harus dibarengi dengan tindakan untuk mengdapatkan hasil berupa keuntungan. Namun apabila hanya kata kata saja tanpa perbuatan dan kerja keras, kata alkitab ini hanya mendapatkan kekurangan saja.

3. Matius 6:31,32

Ayat 31,32 : “Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.”

Alkitab menasehati kita untuk tidak terlalu khawatir akan hari esok. Mungkin kita cenderung memikirkan kebutuhan pokok atau kebutuhan lainnya, namun tahukah Anda? Bahwa TUHAN mengetahui semua hal yang Anda butuhkan. Jika Anda sudah berupaya dan bekerja keras, jangan pernah khawatir karena TUHAN akan terus berserta hambaNya.

4. 2 Tesalonika 3:10

Ayat 10 : “Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan.”

Bekerja itu penting kata alkitab. Jika kita hanya bermalasan, tidak mungkin rezeki dan berkat datang begitu saja. Alkitab memperingatkan untuk terus bekerja supaya kebutuhan bisa terpenuhi. Sebab TUHAN akan memberkati mereka yang berupaya dan bekerja keras.

5. Amsal 26:14

Ayat 14 : “Seperti pintu berputar pada engselnya, demikianlah si pemalas di tempat tidurnya.”

Seorang pemalas diumpamakan seperti pintu yang hanya berputar pada engselnya saja. Akan kah dia berubah atau berpindah? Tidak, begitu juga sipemalas yang hanya diam disitu tidak melakukan apa apa. Apa yang dihasilkan sipemalas? Tentu saja nihil.

6. Amsal 22:9

Ayat 9 : “Orang yang baik hati akan diberkati, karena ia membagi rezekinya dengan si miskin.”

TUHAN menyukai orang yang baik hati dan mau bekerja keras. Apalagi bukan hanya bagi dirinya sendiri tetapi juga bagi orang lain, maka TUHAN akan senantiasa membagi rezekiNya kepada mereka. Ia akan memberkati mereka. Inilah kata kata dari buku amsal.

7. Kisah para rasul 20:35

Ayat 35 : “Kami berangkat lebih dahulu ke kapal dan berlayar ke Asos, dengan maksud untuk menjemput Paulus di situ sesuai dengan pesannya, sebab ia sendiri mau berjalan kaki melalui darat.

Dalam buku kisah para rasul ada teladan bagus dari rasul paulus perihal kerja keras. Ia tidak mau berleha leha saja, dalam kisah tersebut ia memilih untuk berjalan kaki. Jika Anda baca kisahnya khususnya di pasal yang ke 20, dengan berupaya dan menggunakan kekuatan sendiri pasti ada hal baik yang di dapat bukan?

8. Efesus 4:28

Ayat 28 : “Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan.”

Seorang pencuri adalah seorang yang enggan bekerja keras dan berusaha. Ia hanya bisa mengambil barang yang bukan hak milik nya. Allah memperingatkan bagi seorang pencuri hendaklah jangan mencuri lagi. Sebaliknya bekerja keraslah dengan melakukan pekerjaan yang baik dengan hasil karya tangan sendiri. Supaya pada akhirnya ia juga bisa memberi kepada yang berkekurangan.

9. Amsal 13:4

Ayat 4 : “Hati si pemalas penuh keinginan, tetapi sia-sia, sedangkan hati orang rajin diberi kelimpahan.

Dalam buku amsal pada ayat yang lainnya memberi tahu apa hasil bagi orang pemalas dan orang rajin. Orang yang pemalas akan dipenuhi keinginan, tapi karena dia malas keinginan tersebut hanyalah sekedar keinginan. Sebaliknya bagi seorang yang rajin akan diberikan berupa kelimpahan karena dia bertindak dan berupaya mewujudkan keinginannya.

10. Pengkhotbah 4:6

Ayat 6 : “Segenggam ketenangan lebih baik dari pada dua genggam jerih payah dan usaha menjaring angin.”

Kerja keras yang kita lakukan memang bagus kata alkitab. Tapi dalam buku Pengkhotbah ini jerih payah harus diimbangi dengan segenggam ketenangan. Artinya seseorang harus memiliki waktu istirahat yang cukup juga, meskipun ia seorang yang bekerja keras tapi dia tetap tidak lupa akan apa yang lebih penting, yakni kesehatan.

Baca Juga :

Inilah referensi ayat alkitab untuk direnungkan. Melalui pembahasan ini Anda telah memahami makna disetiap ayat yang mengajarkan akan pentingnya bersyukur, bekerja dan berdoa. Semua usaha dan kerja keras yang kita lakukan sebenarnya berharga di mata TUHAN. Apalagi kalau itu adalah bekerja untuk TUHAN.

Maka, mari kita tarik kesimpulan untuk bertekad dalam diri kita masing masing. Kita ingin menyertakan TUHAN dalan segala upaya dan kerja keras yang kita lakukan. Hasilnya kita akan lebih bersukacita, bahagia dan berhasil. Meskipun mungkin hasilnya tidak sesuai harapan, kita bisa memiliki keyakinan bahwa TUHAN menghargai setiap pekerjaan kita.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel